PPJAI
FGD Indutri jamu Jakarta

FGD Strategi Pengembangan Industri Jamu Difasilitasi Kementerian Perindustrian

FGD Strategi Pengembangan Industri Jamu Difasilitasi Kementerian Perindustrian

FGD Indutri jamu Jakarta
FGD Indutri jamu Jakarta

12 Desember 2017 adalah  salah satu hari yang baik untuk Industri dan UKM Jamu nasional. Mengapa demikian ?. Karena kemetrian perindustrian melalui Dirjen Industri Kecil dan Menengah yang dipimpin oleh Ibu Gati Wibawaningsih S.Teks M.A mengadakan suatu kegiatan FGD ( Focus Group Discussion) Strategi Pengembangan Industri Jamu. Yang tidak kalah menarik pada hari itu juga Menteri Perindustria Bapak Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT berkenan meresmikan kerjasama antara Departemen perindustrian dan Marketplace Indonesia yang dihadiri oleh Tokopedia, Shopee dan Blibli.

Menteri Perindustrian IKM Jamu PPJAI
Menteri Perindustrian IKM Jamu PPJAI

Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Menteri Perindustrian, bahwasannya Index daya saing bangsa kini telah naik 5 peringkat menjadi peringkat ke 36 dan 137 negara di dunia. Beliau berharap Industri dan UKM jamu kedepan dengan dukungan dari berbagai stake holder mampu untuk menjadi salah satu komponen dalam daya saing bangsa. Dengan nilai pasar Jamu lokal yang mencapai 20 T dan internasional berkisar di 3 T diharapkan nilai tersebut bisa tumbuh seiring gaya hidup masyarakat yang condong ke gaya hidup alami. Apabila pasar tumbuh dan kapasitas UKM jamu meningkat diharapkan mengagregasi daya saing bangsa secara umum.

peserta FGD Strategy Industri Jamu
peserta FGD Strategy Industri Jamu

FGD ( Focus Group Discussion) Strategi Pengembangan Industri Jamu Pokok Bahasan

Dalam acara tersebut ada pokok Bahasan Diantaranya

Tantangan IKM jamu oleh Ibu Dwi Ranny Pertiwi Zarman selaku ketua GP Jamu menjelaskan tentang berbagai tantangan IKM jamu yang masih berkutat pada masalah lama yang sulit diselsaikan. Diantaranya perizinan, masuknya produk Impor, pemalsuan dan penggunaan BKO (bahan kimia obat) oleh pelaku Jamu Ilegal. Beliau juga mengapresiasi BPOM yg mengalami banyak kemajuan dalam pelayanan pada industri dan ukm jamu.

Kemudian Tentang Sertifikasi Halal oleh Dr.H.Nifasri M.Pd yang menjelaskan bahwasanya produk halal kini sangat diminati di dunia, bahkan negara negara yang penduduk mayoritas non-Muslim sangat getol mengurus standar halal. Contohnya Brazil , Singapore, Australia.  Dengan sertifikasi halal kini diampu oleh pemerintah melalui BPJPH Kementrian Agama (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal)  berharap akan lebih mudah mempermudah IKM untuk mengurus sertifikasi tersebut. Kelebihan lainyya karena ini mewakili pemerintah maka sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh BPJPH dapat diterima diseluruh dunia.

Materi Regulasi IKM Jamu oleh Direktur produksi dan distribusi kefarmasian oleh Ibu Ratih membahas tentang bagaimana kementrian kesehatan juga senantiasa membuka diri untuk mendapatkan masukan pelaku usaha agar produk peraturannya tetap melindungi masyarakat disatu sisi mampu mendorong IKM Jamu

Materi Perizinan IKM jamu dibawakan oleh Ibu Rosita, M. Epid., Apt selaku Direktur Perijinan Obat tradisional kosmetikdan suplemen makanan BPOM. Beliau menerangkan bahwa kini BPOM khususnya bagian perizinan terus berbenah. Sistem Teknologi informasi melalui internet juga terus dikembangkan untuk mempermudah pendaftar. Memang masih ada kendala khususnya perbedaan pemahaman atas dokumen yang diminta BPOM dengan dokumen yang diserahkan pelaku. Sehingga perbedaan ini menghambat proses pengeluaran izin.

Dan materi yang terakhir adalah dari Ditjen Hortikultura kementrian Pertanian, menerangkan tentang kekayaan herbal Indonesia yang jumlahnya ribuan yang masih belum tereksplorasi. Kerjasama industri dan kelompok tani masih belum seiring selaras sehingga masih belum maksimal.

Ketua PPJAI bersama Menteri Perindustrian .
Ketua PPJAI bersama Menteri Perindustrian .

PPJAI dan  Strategi Pengembangan Industri Jamu

Pada acara kali ini PPJAI diwakili oleh Ketua PPJAI Bapak Mukit Hendrayatno , bersama beberapa pelaku dan organisasi lokal lainnya seperti HIPJAI Ibu murtejo.

PPJAI selaku organisasi yang berbasis di daerah khususnya Barlingmascakeb sangat mengapresiasi acara FGD IKM jamu tersebut. Persoalan UKM jamu seperti di Jamu Cilacap dan sebagainya perlu diusahakn penanganan yang tepat.Beberapa usulan yang lebih spesifik juga dilontarkan pada acara tersebut. Diantaranya adalah pergantian apoteker berkaitan dengan berlakuknya izin UKOT semasa transisi. Kemudahanan pengurusan PIRT daerah untuk usaha mikro yang berkaitan dengan herbal seperti minuman jahe merah dan usulan agar Jamu mampu membuat Affiliate market place khusus Jamu dengan model B to B antara produsen dan Reseller sehingga bisa menjadi solusi bagi permasalahan pemalsuan produk dilapangan.

PPJAI senantiasa mendukung program pemerintah baik dalam isu global seperti daya saing Bangsa dan kompetisi pasar global ataupun isu kedaerahan seperti menguatkan produk local wisdom daerah. Disamping itu PPJAI juga senantiasa tidak enggan untuk memberikan kritik yang konstruktif atas masalah-masalah real yang terjadi dilapangan.

ketua PPJAI dan Ketua GP Jamu
ketua PPJAI Bpk Mukit Hendrayatno dan Ketua GP Jamu Ibu Dwi Ranny Pertiwi

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *