Skip to main content

PPJAI | Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia

PPJAI Berikan Penghargaan kepada Pelaku Jamu dan Akademisi pada PPJAI Pentahelix 2026

Purwokerto, – Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku jamu dan akademisi yang dinilai berkontribusi dalam menjaga, mengembangkan, serta memperkuat ekosistem jamu nasional. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian PPJAI Pentahelix 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pelaku dari hulu hingga hilir industri jamu.

Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, S.Farm., mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada individu maupun institusi yang telah berperan nyata dalam menjaga keberlanjutan jamu sebagai warisan budaya sekaligus potensi ekonomi bangsa.

“Kemajuan industri jamu tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi dan pasar, tetapi juga oleh dedikasi para pelaku yang selama ini menjaga tradisi, membangun kualitas, dan terus berinovasi. Melalui penghargaan ini, PPJAI ingin mengapresiasi kontribusi mereka sekaligus menginspirasi lahirnya generasi penerus yang akan melanjutkan pengembangan jamu Indonesia,” ujar Heri.

Pada kategori Penjual Jamu Gendong Tradisional Terlama, penghargaan diberikan kepada Ibu Karwen (Kebasen), Ibu Dewi Masitoh (Kebarongan), Ibu Siti Umayah (Purwokerto), dan Ibu Tentrem (Kebasen). Keempatnya dinilai konsisten melestarikan tradisi jamu gendong melalui aktivitas meracik dan menjajakan jamu secara langsung kepada masyarakat selama bertahun-tahun, sekaligus menjaga nilai budaya dan kepercayaan masyarakat terhadap jamu tradisional.

Pada kategori Petani/Kelompok Tani Bahan Baku Jamu Terbaik, penghargaan diberikan kepada Bapak Kasful Asror (Baturraden), Bapak Mukhson (Panusupan), dan Bapak Nasim (Rawalo). Mereka dinilai berhasil mengembangkan budidaya tanaman obat sebagai bahan baku jamu berkualitas serta berkontribusi dalam memperkuat rantai pasok industri herbal di Banyumas.

PPJAI juga menganugerahkan penghargaan Perusahaan Jamu Tradisional Terlama di Banyumas kepada PT Lestari Jaya Bangsa (Kebasen) atas konsistensinya menjaga eksistensi usaha jamu tradisional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal lokal.

Sementara itu, penghargaan Toko Jamu Seduh Tradisional Terpopuler diberikan kepada Oemah Djamu Genta Padi Mandiri (Buntu) yang dinilai berhasil menghadirkan pengalaman menikmati jamu seduh tradisional sekaligus menjadi ruang promosi budaya minum jamu kepada masyarakat lintas generasi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran dunia pendidikan dalam pengembangan UMKM jamu, PPJAI turut memberikan penghargaan Akademisi Peduli UMKM Jamu kepada Prof. Dr. Jebul Suroso, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen UMP dalam mendukung pemberdayaan UMKM jamu melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi dan peningkatan daya saing industri jamu.

Pemberian penghargaan ini menjadi salah satu agenda penting dalam PPJAI Pentahelix 2026 yang mengusung semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Melalui apresiasi kepada para pelaku dari berbagai sektor, PPJAI berharap ekosistem jamu Indonesia semakin kuat, berkelanjutan, serta mampu berkembang sebagai industri yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Share the Post:

Related Posts

© 2025 PPJAI | RY Creativa